Manfaat Tanaman Peria (Pare) untuk Kesehatan

Peria memiliki banyak nama lokal, di daerah Jawa di sebut sebagai paria, pare, pare pahit, pepareh. Di Sumatra, peria dikenal dengan nama prieu, fori, pepare, kambeh, paria. Orang  Nusa Tenggara  menyebutnya paya,  truwuk,  paitap,  paliak,  pariak,  pania, dan pepule, sedangkan di Sulawesi, orang menyebutnya dengan poya, pudu, pentu, paria belenggede, serta palia.

Peria atau pare adalah tumbuhan merambat yang berasal dari wilayah Asia Tropis, terutama daerah India bagian barat, yaitu Assam dan Burma. Anggota suku labu-labuan atau Cucurbitaceae ini biasa dibudidayakan untuk dimanfaatkan sebagai sayuran maupun bahan pengobatan. Nama Momordica yang melekat pada nama binomialnya berarti “gigitan” yang menunjukkan pemerian tepi daunnya yang bergerigi menyerupai bekas gigitan.

Peria adalah sejenis tumbuhan merambat dengan buah yang panjang dan runcing pada ujungnya serta permukaan bergerigi. Peria tumbuh baik di dataran rendah dan dapat ditemukan tumbuh liar di tanah telantar, tegalan, dibudidayakan, atau ditanam di pekarangan dengan dirambatkan di pagar. Tanaman ini tumbuh merambat atau memanjat dengan sulur berbentuk spiral, banyak bercabang, berbau tidak enak serta batangnya berusuk isma. Daun tunggal, bertangkai dan letaknya berseling, berbentuk bulat panjang, dengan panjang 3,5 – 8,5 cm, lebar 4 cm, berbagi menjari 5-7, pangkalnya berbentuk jantung, serta warnanya hijau tua. Bunga merupakan bunga tunggal, berkelamin dua dalam satu pohon, bertangkai panjang, mahkotanya berwarna kuning. Buahnya bulat memanjang, dengan 8-10 rusuk memanjang, berbintil-bintil tidak beraturan, panjangnya 8–30 cm, rasanya pahit, warna buah hijau, bila masak menjadi oranye yang pecah dengan tiga daun buah. (https://id.wikipedia.org)

Kandungan Pare (peria)

Buahnya mengandung albuminoid, karbohidrat, dan pigmen. Daunnya mengandung momordisina, momordina, carantina, resin, dan minyak. Sementara itu, akarnyamengandung asam momordial dan asam oleanolat, sedangkan  bijinya  mengandung  saponin, alkaloid, triterprenoid, dan asam momordial. 

Peria juga dapat merangsang nafsu makan, menyembuhkan penyakit kuning,memperlancar pencernaan, dan sebagai obat malaria.Selain itu, peria juga mengandung beta-karotena dua kali lebih besar daripada brokoli sehingga berpotensi mampu mencegah timbulnya penyakit kanker dan mengurangi risiko terkena serangan jantung ataupun infeksi virus. Daun peria juga bermanfaat untuk menyembuhkan menceret pada bayi, membersihkan darah bagi wanita yang baru melahirkan, menurunkan demam, mengeluarkan cacing kremi, serta dapat menyembuhkan batuk.

Ekstrak biji peria selain digunakan sebagai bahan obat, ternyata juga dapat digunakan sebagai pembasmi larva alami yang merugikan seperti larva Aedes aegypti yang menyebarkan penyakit demam berdarah dengue atau DBD.

Manfaat Pare (peria)

Di negara-negara Asia Timur, seperti Jepang, Korea, dan Cina, peria dimanfaatkan untuk pengobatan, antara lain sebagai obat gangguan pencernaan, minuman penambah semangat, obat pencahar dan perangsang muntah, bahkan telah diekstrak dan dikemas dalam kapsul sebagai obat herbal/jamu. 

Buahnya yang berasa pahit biasa diolah sebagai sayur, misalnya pada gado-gado, pecel, rendang, atau gulai. Di Cina peria diolah dengan tausi, tauco, daging sapi, dan cabai sehingga rasanya makin enak atau diisi dengan adonan daging dan tofu, sedangkan di Jepang peria jadi primadona makanan sehat karena diolah menjadi sup, tempura, atau asinan sayuran.

Pare (peria) dan diabetes

Sejak zaman purba peria digunakan untuk merawat penderita kencing manis karena terbukti berkhasiat  hipoglikemik melalui insulin nabati yang mengurangi kandungan gula dalam darah dan air kencing.Penelitian mengenai khasiat hipoglikemik ini dilakukan oleh William D.Torres pada tahun 2004 baik secara in vitro maupun in vivo. Efek peria dalam menurunkan gula darah pada hewan percobaan bekerja dengan mencegah usus menyerap gula yang dimakan.

Selain itu diduga peria memiliki komponen yang menyerupai sulfonylurea, yakni obat anti diabetes paling tua. Obat jenis ini menstimulasi sel beta kelenjar pankreas tubuh memproduksi insulin lebih banyak, selain meningkatkan deposit cadangan gula glikogen di hati. Momordisin, sejenis glukosida yang terkandung dalam peria juga mampu menurunkan kadar gula dalam darah dan membantu pankreas menghasilkan insulin. 

Efek peria dalam menurunkan gula darah pada kelinci diperkirakan juga serupa dengan mekanisme insulin.

Penemuan peria sebagai antidiabetes ini diperkuat oleh hasil penelitian ahli obat berkebangsaan Inggris, A.Raman dan C.lau pada tahun 1996 yang menyatakan bahwa sari dan serbuk kering buah peria menyebabkan pengurangan kadar glukosa dalam darahdan meningkatkan toleransi glukosa.

Dalam ramuan tradisional, buah peria ditumbuk hingga menghasilkan cairan pahit atau merebus daun serta buahnya sehingga menghasilkan air yang dapat diminum secara langsung.Sebagai obat diabetes, buah peria dapat disajikan sebagai teh karena terbukti tidak memiliki efek samping terhadap sistem pencernaan sehingga tepat dikonsumsi oleh penderita yang mengalami konstipasi.

Air Rebusan Pare Bisa Sembuhkan Kanker?

Belakangan ini kita sering mendapatkan pesan yang menyebutkan bahwa manfaat air rebusan pare bisa menyembuhkan kanker sehingga sangat disarankan bagi mereka yang ingin mengatasi penyakit berbahaya ini. Namun, benarkah manfaat air rebusan pare bisa menyembuhkan atau bahkan mencegah kanker?

Seperti dilancsir NCBI berjudul Bitter Melon: a Panacea for Inflammation and Cancer yang dibuat oleh Prasad Dandawate dan kawan-kawan, mengatakan bahwa pare mengandung antioksidan, anti-inflamasi, antikanker, dan berbagai nutrisi baik lainnya. Berbagai kandungan ini sangat baik dalam menghambat pertumbuhan sel kanker.

Apakah manfaat air pare juga bisa menyembuhkan kanker ?

Dr. Adrian menyebutkan bahwa manfaat minum air rebusan pare tidak serta-merta bisa menyembuhkan kanker. Hanya saja, bisa jadi air rebusan pare atau pare sendiri bisa membantu menghambat atau mencegah pertumbuhan sel kanker.

Untuk mengobati kanker, dokter lebih menyarankan penderitanya untuk menjalani kemoterapi, radioterapi, operasi, dan terapi-terapi lainnya sesuai dengan jenis atau tingkat keparahan kanker yang diderita. Mengonsumsi air rebusan pare tentu tidak akan cukup untuk menyembuhkan kanker.

Hanya saja, bagi penderita kanker, mereka tetap diperbolehkan mengonsumsi pare atau air rebusan pare asalkan tetap menjalani berbagai metode pengobatan yang direkomendasikan oleh dokter.

Manfaat Teh Pare

Selain mencegah kanker, meminum air rebusan pare juga sangat bagus untuk orang yang menderita diabetes, metabolisme yang lambat, kadar kolesterol tinggi, sistem kekebalan tubuh yang lemah, dan masalah pencernaan. Berikut ini manfaat teh pare atau manfaat air rendaman pare untuk kesehatan:

  • Vitamin C

Dengan tingkat asam askorbat yang tinggi, manfaat minum air rebusan pare sangat membantu untuk merangsang sistem kekebalan tubuh. Vitamin C dapat meningkatkan produksi sel darah putih, dan juga bertindak sebagai antioksidan di dalam tubuh, menekan stres oksidatif dengan menetralisir radikal bebas.

  • Penyakit kronis

Tingkat antioksidan tinggi yang ditemukan dalam teh pare membuatnya ideal untuk mencegah penyakit kronis, seperti penyakit jantung koroner dan kanker, serta penyakit autoimun. Sebagai tonik tubuh, ternyata ada berbagai macam manfaat air rendaman pare untuk kesehatan.

  • Aktivitas metabolik

Kandungan vitamin B dalam pare membuat teh ini sangat baik untuk merangsang dan mengoptimalkan aktivitas metabolisme tubuh. Hal ini dapat menghasilkan fungsi hormonal dan metabolisme yang lebih efisien, termasuk pembakaran lemak pasif.

  • Menyehatkan jantung

Teh pare telah terhubung ke tingkat trigliserida yang lebih rendah dalam tubuh, yang berarti deposisi kolesterol yang kurang berbahaya di arteri. Ini dapat membantu mencegah atherosclerosis, serta penyakit jantung koroner, serangan jantung dan stroke.

  • Diabetes

Salah satu manfaat air rebusan pare yang utama adalah untuk pengaturan gejala diabetes. Senyawa seperti vicine dan charatin mampu menurunkan kadar gula darah dengan mengatur metabolisme karbohidrat. Ini mencegah lonjakan dan penurunan kadar glukosa yang dapat sangat berbahaya bagi pasien diabetes. Namun, jika Anda minum obat penurun gula darah, dan menambahkan teh pare ke dalam pengobatan, kesehatan Anda bisa berbahaya.

  • Pencernaan

Manfaat pare untuk kanker, juga digunakan untuk mengobati sakit perut, peradangan di usus, bisul dan irritable bowel syndrome atau penyakit pencernaan. Ini juga dapat membantu mengoptimalkan pencernaan dan meningkatkan serapan hara, sekaligus menghilangkan gejala sembelit dan diare.

  • Detoksifikasi tubuh

Meskipun kelebihan meminum teh pare dapat mengakibatkan kerusakan hati, namun miminum dalam jumlah yang tepat, dapat menghilangkan peradangan hati. Tidak hanya membuat hati berfungsi dengan baik, khasiat air pare juga dapat memoderasi kondisi kulit yang disebabkan oleh hati, seperti eksim dan psoriasis.

  • Menyehatkan mata

Tingkat vitamin A yang terkandung dalam teh pare juga sangat baik untuk meningkatkan kesehatan penglihatan. Vitamin A berasal dari beta-karoten, dan bertindak sebagai antioksidan yang dapat mencegah degenerasi makula dan memperlambat perkembangan katarak.

Manfaat air rebusan pare memang sangat baik untuk kesehatan, namun meminum teh pare memiliki efek samping bagi mereka yang alergi atau kondisi tubuh lainnya.

Efek Samping Teh Pare

Efek samping dari minum teh pare termasuk reaksi alergi yang berbahaya, gagal hati, kondisi jantung, gula darah yang sangat rendah, dan berbagai efek gastrointestinal. Meskipun ini jarang, mereka bisa sangat parah, dan tergantung pada riwayat medis Anda dan obat resep saat ini, akan lebih bijaksana untuk berbicara dengan dokter sebelum meminum teh pare dalam pengobatan Anda.

Berikut ini efek samping yang ditimbulkan:

  • Diabetes

Manfaat minum air rebusan pare untuk menurunkan gula darah bisa baik untuk penderita diabetes, tetapi juga bisa menyebabkan hipoglikemia jika Anda juga mengonsumsi obat penurun gula darah. Pasien diabetes sebaiknya tidak menggunakan obat herbal ini tanpa terlebih dahulu berkonsultasi dengan dokter, terutama jika mereka diresepkan obat diabetes.

  • Kesehatan hati

Digunakan dalam waktu yang singkat, teh pare tidak akan merusak hati Anda, tetapi penggunaan yang lebih sering dan rutin dapat meningkatkan enzim hati, yang kemudian dapat menyebabkan komplikasi lain di dalam tubuh, seperti aterosklerosis atau peradangan jaringan kardiovaskular. Jika Anda memiliki kondisi hati yang sudah ada sebelumnya, seperti sirosis, penggunaan teh pare harus dipantau dengan sangat hati-hati.

  • Reaksi alergi

Ada enzim unik di dalam tubuh yang membantu menjaga sel darah dalam bentuk yang tepat; jika Anda kekurangan enzim ini, Anda rentan terhadap reaksi alergi dari senyawa unik yang ditemukan dalam pare, disebut vicine. Ini terjadi dalam bentuk reaksi alergi yang parah, yang berpotensi menjadi fatal, dan ditandai dengan mual, muntah, sakit kuning, kejang, koma dan bahkan kematian.

  • Kehamilan

Senyawa aktif yang kuat dalam teh pare dapat menginduksi menstruasi, yang berbahaya jika Anda hamil, karena ini dapat menyebabkan kelahiran prematur atau keguguran. Mungkin aman untuk meminum teh pare di trimester akhir, atau sebagai stimulan tenaga, tetapi harus digunakan dengan sangat hati-hati setiap saat selama kehamilan.

  • Peradangan

Beberapa efek samping lain dari teh pare termasuk kondisi peradangan dalam tubuh, seperti gangguan pencernaan, diare, mual, kram, sakit kepala dan demam. Jika Anda mengalami salah satu efek samping ini, Anda harus menghentikan penggunaan teh ini. (https://doktersehat.com)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.